Asal-usul Fotografi Makanan

07-08-2019 16:47:19 | Penulis : alung

Asal-usul Fotografi Makanan
Makanan telah menjadi subjek fotografi sejak awal 1800-an, tetapi metode, peralatan dan gaya telah berubah secara signifikan sejak saat itu.

Sebelum memeriksa sejarah fotografi makanan, pertama-tama kita harus melihat lukisan pada umumnya. Bisa dibilang, fotografi makanan telah berkembang dari tradisi seni tersebut.

Pelukis tahun 1800-an menggunakan aspek-aspek utama menarik yang telah diadopsi oleh fotografer makanan kontemporer yaitu efek cahaya, komposisi, alegori dan makna, serta indikator kelas gaya hidup. 

Fotografi makanan diciptakan agar makanan dalam foto tersebut terlihat lebih menarik. Dalam fotografi makanan komersial, produk yang digunakan biasanya tayang dalam bentuk iklan, majalah, kemasan, menu atau buku resep. 

Fotografi makanan profesional adalah sebuah upaya kolaboratif yang melibatkan art director, fotografer, food stylist, penata gaya dan asisten mereka.

Foto Makanan

Selama ini, foto-foto makanan cenderung diambil dan dikomposisikan dengan cara yang biasa orang lakukan yaitu diletakkan di atas meja dan diambil dari perspektif atas (dari sudut pandang para pemakan). 

Baru-baru ini, tren yang berlaku dalam fotografi makanan komersial adalah menyajikan makanan sesederhana mungkin, bersih dan alami yang didukung dengan sedikit alat peraga hingga akhirnya munculnya istilah Food Porn.

Proses fotografi makanan dimulai dengan membeli makanan dan bahan-bahannya. Hanya bahan makanan yang paling sempurna secara visual yang dapat diterima.

Proses fotografi dapat terjadi di studio di bawah kondisi pencahayaan yang terkontrol, atau di bawah cahaya alami. Cahaya, latar belakang, dan background dipersiapkan dengan hati-hati dengan menyajikan makanan semenarik mungkin tanpa mengganggu. Warna dan tekstur background dipilih secara efektif sehingga dapat melengkapi makanan dan membantu pencahayaan. 

Food stylist bertugas mengatur makanan agar tampak bagus dari atas, dengan barang-barang yang disusun rata di atas piring dan dipisahkan satu sama lain dengan jelas.

Peran food stylist lainnya adalah membuat makanan terlihat menarik dalam foto yang sudah jadi. Waktu dan upaya yang dilakukan seorang food stylist untuk mengatur makanan dilakukan dengan sangat hati-hati dan berseni. Ini yang membedakan antara food stylist yang bergaya koki profesional atau koki rumah. 

Pengetahuan visual juga merupakan persyaratan. Seperti halnya pengetahuan tentang bagaimana menerjemahkan persepsi rasa, aroma, dan daya tarik yang didapat seseorang dari hidangan yang sebenarnya menjadi foto dua dimensi.

Food stylist harus mengikuti pelatihan kuliner. Selain harus memiliki pengetahuan tentang nutrisi dan teknik memasak, food stylist juga membayangkan foto yang sudah jadi dan menyesuaikan makanannya.

Pada akhirnya, makanan akan selalu membangkitkan indera, menyentuh kehidupan pribadi hingga ruang publik. Makanan bisa bersifat politis, religius, aspirasional, komersial, kreatif, simbolis, nasional dan regional. Kompleksitas bentuk, makna makanan dan fakta bahwa makanan itu adalah sebuah subjek yang paling banyak difoto di sepanjang sejarah fotografi.

Tags : fotografi makanan foto makanan

eatologi.com © 2019 | All Right Reserved


DO YOU WANT
RECOMMENDATIONS
FOR TASTE ?
ASK US !