Geliat Pemesanan Makanan Online

07-08-2019 16:59:28 | Penulis : alung

Geliat Pemesanan Makanan Online
Platform pemesanan makanan online seperti Go-Food dan Grab-Food meningkat dari hari ke hari. Alasan di balik itu adalah konsumen dimudahkan dalam memesan makanan yang disukai hanya dengan meng-klik aplikasi tersebut. 

Platform pemesanan makanan ini biasanya menindaklanjuti model bisnis sederhana sehingga menghubungkan restoran dengan pelanggan. Platform pemesanan dan pengiriman makanan online juga menjembatani kesenjangan antara restoran dan konsumen.

Hal tersebut memungkinkan pelanggan untuk mencari restoran favorit mereka, meninjau menu restoran, memesan hingga melakukan pembayaran. Selain itu, konsumen memiliki opsi untuk melacak pesanan mereka dan membatalkannya jika tidak diperlukan. 

Saat ini, tampaknya semua orang menggunakan sistem online untuk menemukan semua yang mereka butuhkan. Sektor F&B adalah salah satu industri yang benar-benar mendapat manfaat dari industri ini. Berkat smartphone, orang dapat memesan makanan favorit mereka tanpa harus bangkit dari kursi nyaman mereka. 

Orang-orang dimanjakan oleh cara mudah membeli makanan sejak Go-Jek dan Grab mulai menawarkan layanan pengiriman makanan masing-masing yaitu Go-Food dan Grab-Food.

Tren yang berkembang dalam pembelian makanan dan minuman melalui layanan pengiriman online ini telah mempercepat pertumbuhan bisnis. Go-Jek mengklaim bahwa pihaknya mengirimkan 529 juta pesanan makanan dan minuman di seluruh negeri melalui Go-Food pada tahun 2018.

Go-Food diklaim mampu melayani permintaan pemesanan makanan selambatnya selama 60 menit. Waktu ini sudah termasuk memesan lewat aplikasi Go-Jek, hingga makanan sampai ke tujuan.

Cara memesannya adalah dengan mengklik fitur Go-Food. Kemudian akan muncul berbagai macam restoran yang terlacak sesuai dengan keberadaan. Selanjutnya adalah memilih menu. Setelah menyetujui pesanan, maka tinggal tunggu makanan diantar.

Pada 2018, sebanyak 125 ribu mitra pedagang telah bergabung dengan Go-Food yang berasal dari 50 kota di Indonesia. Jumlah tersebut semakin meningkat hingga hari ini.

Seperti yang dilansir dari Kompas.com bahwa jumlah porsi yang berhasil dijual selama 2018 adalah 16.676.241 porsi. Jarak antar Go-Food jika diukur dengan jarak, menyerupai jarak bumi ke bulan 1.625,8 kali dengan total 624.971.059 kilometer.

Giliran Grab yang menambah layanannya dengan GrabFood, yang menjadi pesaing layanan Go-Food. GrabFood hanya menjalin kerjasama dengan restoran terbaik, yang berarti petualangan gastonomi tanpa resiko dan tidak ada lagi kalori yang terbuang sia-sia. Setiap pesanan akan memuaskan selera para pecinta kuliner.

Informasi yang disediakan oleh GrabFood pun terbilang cukup lengkap yakni mulai dari kuliner atau restoran terdekat, harga makanan, jarak tempuh hingga promo-promo menarik. Dengan begitu, pemesanan dan delivery makanan bisa diproses dengan cepat.

GrabFood saat ini telah hadir di 178 kota di Indonesia. Pada 2018, jumlah pengantaran makanan dengan GrabFood naik enam kali lipat dengan jumlah merchant tumbuh delapan kali lipat. Seluruh pesanan GrabFood dapat dikirim dengan lebih cepat dan lebih segar, dengan waktu pengantaran rata-rata 29 menit.

GrabFood merupakan salah satu layanan dengan pertumbuhan paling pesat. Di wilayah Asia Tenggara, jumlah pesanan GrabFood sepanjang 2018 telah tumbuh sebesar 10 kali lipat. Dalam lima bulan setelah bergabung dengan GrabFood, para merchant di Indonesia bisa mendapatkan 88 persen pendapatan inkremental yang lebih besar.

Platform pemesanan makanan online menghemat waktu Anda dengan menghindari pemesanan makanan manual melalui telepon. Dengan menjadikan proses pemesanan sepenuhnya otomatis, hal ini akan meningkatkan efektivitas dan produktivitas Anda.

Makanan adalah industri utama di Indonesia dan dengan populasi 261 juta, seharusnya tidak mengherankan bahwa pasar makanan di sini sangat besar.

Tags : grabfood pesan makanan online gofood

eatologi.com © 2019 | All Right Reserved


DO YOU WANT
RECOMMENDATIONS
FOR TASTE ?
ASK US !